256 Wali Murid, 84 GTT/PTT, dan 10 Tenaga Penunjang di Tiga Kecamatan Dapat Bantuan dari BAZNAS Kendal

256 Wali Murid, 84 GTT/PTT, dan 10 Tenaga Penunjang di Tiga Kecamatan Dapat Bantuan dari BAZNAS Kendal
Bupati Kendal Dico M Ganinduto secara simbolis menyerahkan bantuan dari Baznas Kendal.(Foto: TribunJateng/Saiful Ma'sum)

KENDAL, LKT News - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal melalui Baznas kembali menyalurkan bantuan Rp139,4 juta pada, Selasa (21/12/2021). 

Bantuan ini sasarannya adalah 256 orangtua siswa miskin, 84 guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT), serta 10 tenaga penunjang di wilayah Kecamatan Brangsong, Kaliwungu, dan Kaliwungu Selatan.

Ketua Baznas Kendal, Syamsul Huda mengatakan, program penyaluran bantuan kali ini dimaksudkan untuk meringankan beban orangtua siswa, GTT, PTT, dan tenaga penunjang.

Baca Juga: Rumah Korban Kebakaran di Cepiring Kendal Dapat Bantuan Rumah dari BAZNAS dan Pemkab Kendal

Khusus orangtua siswa miskin mendapatkan bantuan uang tunai senilai Rp320.000 per orang, sedangkan GTT dan PTT menerima Rp600.000 per orang.

Kata Syamsul, penyaluran pertama senilai Rp139,4 juta menyasar penerima di tiga kecamatan. Rinciannya, 107 orangtua siswa miskin beserta 27 GTT dan PTT di SDN 1 Brangsong senilai Rp50,4 juta, 10 tenaga penunjang di Kecamatan Brangsong Rp13,7 juta, 88 orangtua siswa miskin dan 38 GTT PTT di Kecamatan Kaliwungu senilai Rp47,5 juta, serta 61 orangtua siswa miskin dan 19 GTT PTT di Kaliwungu Selatan senilai Rp27,8 juta.

Rencananya, bantuan serupa akan disalurkan merata semua kecamatan di Kabupaten Kendal dengan total anggaran yang disiapkan mencapai Rp2 miliar.

Baca Juga: Ribuan Buruh Pabrik Rokok Dapat BLT Dari Pemkab Kendal

"Orangtua siswa miskin ini sebagai fakir miskin, sedangkan guru masuk dalam kategori miskin karena gajinya enggak cukup untuk biaya hidup. Setelah ini kami salurkan ke Limbangan dan daerah lainnya," terangnya.

Pada 2022 nanti, Syamsul meminta ketua UPZ yang ada di Kabupaten Kendal agar lebih aktif mencari dan mendata kebutuhan produktif masyarakat. 

Pihaknya akan mengubah pola program pemberian bantuan dalam bentuk konsumtif menjadi kebutuhan produktif.

Seperti kebutuhan fisik berupa perbaikan rumah tidak layak huni, juga kebutuhan pengembangan usaha yang sudah ditekuni melalui bantuan permodalan.

"Ke depan calon penerima bantuan akan berdiskusi dengan Baznas tentang apa yang dibutuhkan. UPZ akan memikirkan kebutuhan masyarakat Kendal yang membutuhkan," jelasnya. 

Baca Juga: Bupati Kendal Dico Pastikan Pembangunan Tanggul Laut di Bandengan-Karangsari Kendal Dimulai 2022

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto berharap, ke depan program penyaluran bantuan produktif bisa direalisasikan dengan maksimal. 

Dengan itu, pemerintah daerah bertugas memberikan stimulus kepada masyarakat yang membutuhkan agar bisa dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian keluarga penerima.

"Kami tidak bisa memberikan bantuan setiap tahun. Kami rumuskan dalam bentuk program yang produktif ke depan. Usaha-usaha yang dimiliki akan diberikan modal agar lebih maju dan bisa memberikan manfaat kepada warga lainnya," terang Dico.

Dico berharap, program ini harus dijalankan bersama-sama untuk menekan angka kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Kendal.

Baca Juga: Kapolres Kendal: Tak Ada Penutupan maupun Penyekatan Jalan di Malam Tahun Baru, Tapi...

Penerima bantuan, Asro'i (34) mengaku baru pertama kalinya mendapatkan bantuan pada 2021 ini. Dia berencana menggunakan dana Rp320.000 untuk biaya kebutuhan sekolah anaknya, dan modal tambahan usaha istrinya.

"Prioritas untuk sekolah anak, kalau ada sisa untuk tambahan modal istri jualan di kantin sekolah," ujar dia. (TribunJateng: Saiful Ma'sum)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama