Notification

×

Iklan

Iklan

Pekan Pertama Ramadhan, Harga Daging Ayam di Kendal Merangkak Naik

08 April 2022 Last Updated 2022-04-08T01:03:39Z
Pekan Pertama Ramadhan, Harga Daging Ayam di Kendal Merangkak Naik
Ilustrasi - Pekan Pertama Ramadhan, Harga Daging Ayam di Kendal Merangkak Naik. (Foto: Istimewa)

KENDAL, LKTNews.com - Harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Kendal merangkak naik pada pekan pertama bulan Ramadhan.

Kenaikan harga cukup drastis dialami semua jenis daging ayam. Seperti daging ayam merah, ayam sayur, dan ayam kampung.

Harga ayam potong sebelumnya Rp34.000 naik menjadi Rp40.000 per kilogram, ayam merah dari harga Rp55.000 menjadi Rp60.000 per kilogram. sedangkan ayam kampung dari Rp60.000 naik menjadi Rp80.000 per kilogramnya.

Pedagang di Pasar Kota Kendal, Atik mengatakan, daging ayam sayur mengalami kenaikan dari Rp34.000 per kilogram, menjadi Rp40.000 per kilogram.

Untuk daging ayam merah, dibandrol Rp60.000 per kilogram, dari harga sebelumnya Rp55.000 per kilogram.

Baca Juga: Diduga Repacking, Polisi Sita 97,2 Liter Minyak Goreng Kemasan Tak Berizin di Boja Kendal

"Harga naik sejak awal Ramadhan kemarin. Biasanya awal Ramadhan naik Rp1.000-Rp2.000 saja, ini sudah sampai Rp6.000 per kilogramnya," terangnya, Rabu (6/4/2022).

Atik khawatir, akan terjadi lonjakan harga yang tidak bisa terbendung menjelang lebaran Idul fitri nanti. Sebab, menurutnya, tren kenaikan harga tertinggi biasa terjadi menjelang lebaran.

Dia berharap, pemerintah melalui dinas terkait bisa mengontrol harga daging ayam agar tidak melonjak tinggi.

Baca Juga: Pandemi Covid-19, Angka Pengangguran di Kendal Tembus 40.300 Orang

"Kenaikan paling tinggi biasanya jelang lebaran sampai Rp40.000 per kilogram daging ayam sayur. Ini baru awal Ramadhan saja sudah sampai Rp40.000, takutnya nanti bisa naik lebih tinggi," ujarnya.

Pedagang daging ayam lainnya, Kuwati (56) mengatakan, tren kenaikan harga daging ayam potong tahun ini melebihi tahun-tahun sebelumnya.

Menurutnya, jika harga tidak bisa ditekan, bisa saja daging ayam sayur dibandrol Rp45.000 per kilogramnya jelang lebaran nanti.

Masyarakat akan semakin kesulitan menjangkau daging ayam karena tingginya harga di pasaran.

Baca Juga: Jelang Ramadhan, Harga Sembako di Kendal Masih Stabil

"Memang kenaikan saat Ramadhan ini siklus tahunan. Awal Ramadhan naik, tapi biasanya sedikit. Kemudian mulai turun kembali pertengahan Ramadhan, dan naik tinggi jelang lebaran," katanya.

Kenaikan harga daging ayam potong ini membuat jumlah permintaan menurun.

Menurut Kuwati, jumlah warga yang membeli daging ayam potong tidak berkurang karena kebutuhan masyarakat meningkat. Hanya saja, jumlah barang yang dibeli lebih sedikit dari pada hari-hari biasanya.

Pembeli cenderung mengurangi jumlah pembelian daging ayam. Misalnya, dari semula beli 10 kilogram daging ayam, sekarang berkisar antara 5-7 kilogram saja. Sehingga berdampak pada pendapatan pedagang yang menurun.

Baca Juga: Total Rp11,7 Miliar, Polres Kendal Salurkan BLT Bagi 19.500 Pedagang Warung, Nelayan hingga PKL

"Kalau stoknya banyak, tapi saya enggak berani mengambil stok banyak-banyak. Takut enggak laku. Hari ini saja cuma 40 ekor, biasanya lebih dari 50 ekor," katanya. 

Kuwati tidak mengetahui persis apa yang menjadi faktor naiknya harga daging ayam potong kali ini.

Distributor daging ayam, Ulil mengatakan, stok barang di tingkat distributor cukup melimpah. Hanya saja, harganya cukup tinggi mulai dari tingkat peternak. 

Kenaikan ini dimungkinkan karena harga kebutuhan pakan ternak ayam meningkat. Selain itu, juga dipicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax sejak awal April 2022.

Baca Juga: Daftar Harga BBM Terbaru Pertamina, Shell, Vivo hingga BP AKR, Siapa yang Paling Murah?

"Kalau stok banyak, biasanya sebelum puasa bisa menghabiskan 5 kuwintal perhari, sekarang 6 kuwintal awal Ramadhan. Cuma penjualannya dalam dua hari ini menurun, karena mahal. Kemungkinan terdampak kenaikan BBM," terangnya.

Ulil memprediksi, harga daging ayam potong akan merangkak naik kembali jelang lebaran nanti. Meskipun trennya akan mengalami penurunan terlebih dahulu di pertengahan Ramadhan. 

Baca Juga: Polres Kendal Razia Tempat Hiburan Malam di Bekas Lokalisasi GBL Kaliwungu

"Kenaikan harga tahun ini memang meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Nanti jelang lebaran bisa saja naik lagi," pungkasnya. (Saiful Ma'sum/TribunJateng)