Notification

×

Iklan

Iklan

100 Km Jalan Rusak di Kendal Belum Diperbaiki, Hanya 6 Km Saja Yang Sudah Diperbaiki Selama 2021

18 November 2021 Last Updated 2021-12-22T04:45:00Z
100 Km Jalan Rusak di Kendal Belum Diperbaiki, Hanya 6 Km Saja Yang Sudah Diperbaiki Selama 2021
Contoh jalan rusak di Kendal yang belum diperbaiki. (Foto: medianasional.id)

KENDAL, LKT News - Perbaikan jalan rusak di Kabupaten Kendal hingga 2021 masih menyisakan 100 km dari total panjang jalan kabupaten 770 km.

Pada tahun ini (2021), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) hanya bisa memperbaiki 6 km. Karena anggaran pembangunan masih diprioritaskan untuk penanganan pandemi Covid-19.

Kepala DPUPR Kendal, Sugiono mengatakan, untuk menyelesaikan sisa perbaikan jalan, pihaknya bakal mengoptimalkan dana alokasi khusus (DAK) Rp37 miliar pada 2022 nanti dan Rp17 miliar untuk irigasi dan sanitasi.

Hanya saja, nominal tersebut diperkirakan baru bisa menyelesaikan perbaikan 20 km, menyisakan 80 km jalan yang belum tertangani. 

Baca Juga : Jalan Bandengan Kendal Rusak Parah Mirip Arena Offroad, Anggota DPRD Kendal Alfat: Saya Prihatin

Sedangkan DPUPR tidak mendapatkan dana perbaikan infrastruktur jalan pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kendal 2022.

"Kami hanya dapat DAK Rp54 miliar. Nah untuk infrastruktur jalan Rp37 miliar, sisanya untuk irigasi dan sanitasi," terangnya, Rabu (17/11/2021).

Di penghujung tahun 2021, pembangunan jalan menyisakan satu pekerjaan berupa betonisasi sepanjang 4,7 km.

Baca Juga : Perbaikan Jalan Gemuh-Patean Tak Kunjung Selesai, Ini Kata Bupati Kendal

Yaitu jalan penghubung Dusun Magangan, Desa Jatirejo, Ngampel dengan Dusun Pongangan, Desa Sidomakmur, Kaliwungu Selatan hingga 28 Desember.

Betonisasi jalan selebar 4 meter ini bakal menghubungkan akses Kabupaten Kendal dengan Kota Semarang melalui, Magangan-Pongangan-Darupono hingga Padaan, Desa Ngadirgo, Kecamatan Mijen.

Selain itu, DPUPR Kendal sedang mengusulkan dana perbaikan jalan penerus hingga ke Dusun Surak, Desa Kalirejo, Kecamatan Singorojo sejauh 2 km kepada Provinsi Jawa Tengah. 

Baca Juga : Tabrak Kerbau di Jalan, Pengendara Motor di Kaliwungu Kendal Tewas Mengenaskan

"Kalau perbaikan jalan di 2021 yang sudah selesai di antaranya jalan Jambearum-Wonosari Kecamatan Patebon, jalan Nolokerto Kaliwungu hingga Protomulyo Kaliwungu Selatan, peningkatan Jalan Ringinarum dan lainnya. Untuk pembangunan sarana air bersih ada 7 lokasi, sanitasi 6 lokasi, Bendung Desa Blimbing, dan Bendung Blorong hampir selesai," jelas dia. 

Sugiono melanjutkan, di bidang sumber daya air (SDA), anggaran yang diperoleh DPUPR dari DAK senilai Rp6,41 miliar pada 2022.

Rencananya bakal dimaksimalkan untuk pembangunan saluran irigasi di Desa Sidomukti, Kecamatan Weleri Rp3,77 miliar, irigasi Desa Surokonto, Kecamatan Pageruyung Rp1,65 miliar, dan sisanya irigasi di Desa Mojoagung, Kecamatan Plantungan.

Baca Juga : Warga Mengeluh, Sampah Di Sepanjang Sungai Aji Pasar Gladak Kaliwungu Menumpuk Hingga Air Tidak Mengalir

Selain itu, DAK Rp8,87 miliar bakal digunakan untuk pembangunan sarana air minum di 13 desa. Tujuh di antaranya berupa peningkatan, dan sisanya perluasan. 

"Untuk DAK bidang sanitasi senilai Rp3,6 miliar di 6 lokasi, dan 2 lokasi berupa TPS3R. Jadi total keseluruhan DAK 2022 Rp54 miliar," pungkas Sugiono.

(TribunPantura: Saiful Masum)