Nuraeni Ainun, Pelaku UMKM Kaliwungu Selatan Kendal Butuh Biaya Rp 108 Juta Untuk Kemasan Barunya

Nuraeni Ainun, Pelaku UMKM Kaliwungu Selatan Kendal Butuh Biaya Rp 108 Juta Untuk Kemasan Barunya
Nuraeni Ainun, Pelaku UMKM Kaliwungu Selatan Kendal masih membutuhkan biaya Rp 108 juta untuk kemasan barunya. (Foto: wartakadin)

KALIWUNGU SELATAN, LKT News - Pengrajin aneka kripik pisang bernama Nuraeni Ainun warga Krajan RT 01/RW 05 Desa Kedungsuren Kaliwungu Selatan Kabupaten Kendal, adalah salah satu pelaku UMKM Kaliwungu Selatan Kendal yang telah menerima bantuan dari Kementerian Sosial RI, Kamis (23/9/2021).

Nuraeni mengatakan, dia saat ini masih butuh dana untuk biaya cetak kemasan baru produk-produknya sebesar Rp 108 juta agar bisa naik kelas lagi.

Dituturkan selama ini, usahanya terus berjalan meski Pandemi menderanya yang menuntutnya untuk berfikir keras dan berinovasi. 

Yakni dalam memasarkan produknya berupa aneka kripik pisang, Hole rasa, Besto manis, Oval manis, Coin 8 rasa dan aneka kripik singkong dipasarkan secara online dan offline.

Awal perintisan, mencoba buat sale pisang dari pisang tonto (lokal) yang dititipkan ke warung-warung dengan bungkus plastik. 

Baca Juga : Siswi SMAN 1 Kaliwungu Kendal Membuat Mesin Pengolah Limbah Botol Plastik Jadi Bahan Baku Serat Sintetis

Hingga berkembang telah mendapatkan bantuan dari Dinas Koperasi UKM, Disperindag Kabupaten Kendal dan Prov. Jateng yang berupa pembinaan dan peralatan produksi. Juga menjadi binaan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal.

Nuraeni mengaku dapat bantuan dari Kemensos sebesar Rp 2,4 juta tahun 2020, dan Rp 1,2 juta tahun 2021 hingga hari ini mendapatkan Rp 2,5 juta yang dibelanjakan berupa handsiller dan minyak sanko.

Dalam perkembangan dan tuntutan untuk naik kelas, Nuraeni merasakan masih menghadapi kendala pendanaan untuk membuat kemasan produknya agar lebih bagus dan menarik (full color). 

Baca Juga : Bupati Kendal Dico Ganinduto Monitoring Pelaksanaan Vaksinasi di Ponpes APIK Kaliwungu

Sudah ditanyakan ke percetakan, katanya, biayanya sekitar Rp 108 juta. 

"Uang sebesar itu terus terang saya tidak mampu," ujarnya.

Sementara perihal kemasan produk dituturkan, hal itu sangat urgen untuk mendukung UMKM Kendal bisa dikenal luas dan berkelas. 

Saat ditanya tim LKT News, untuk dapat biaya kemasan baru sebesar itu usaha kemana? 

Nuraeni hanya menggelengkan kepala dan mengatakan, "Belum tahu mas".

Baca Juga : Charlie Hospital Boja Kendal Membuka Program Pengobatan Gratis bagi Warga Miskin

Nuraeni yang masih membiayai dua anak kuliah di UNNES dan UIN Walisongo, mengatakan tetap semangat yang memiliki harapan kedepan bisa mengembangkan usahanya tidak hanya aneka kripik pisang juga kripik pare, jamur, terong dan sale pisang yang saat ini menjadi sumber pendapatan keluarganya. 

(Sriyanto)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama